Kamu
Hei kamu yang pernah hadir dalam kehidupan aku.
Hei kamu yang selalu ada dalam setiap detik nafas rindu ku.
Hei kamu yang selalu mengalah dan sabar dari segala ego ku.
Hei kamu yang tak pernah lelah menemani segala kerasnya hati aku.
Hei kamu yang selalu menangis dibelakang ku dan tak pernah mengaku sakit di hadapan ku.
Hei kamu yah kamu aku meminta dengan setulus hatiku untuk menjadi makmum dalam surga kecil ku.
Menjadi ibu dari para pembela kehormatan dan penjaga hidup kita.
Menjadi tua renta berubah bersama sampai nanti sang yang Maha segala-Nya memisahkan.
Dan hei kamu yang selalu dan selamanya akan ada dalan hati.
Dan hei kamu yang akan selalu ku panggil dengan sejuta kasih.
Dan hei kamu aku menyayangi mu sampai hayat ini hilang.
Aku mencintai kamu dulu, sekarang, dan sampai yang Maha Kuasa memisahkan kita.
Hei kamu yang pernah hadir dalam kehidupan aku.
Hei kamu yang selalu ada dalam setiap detik nafas rindu ku.
Hei kamu yang selalu mengalah dan sabar dari segala ego ku.
Hei kamu yang tak pernah lelah menemani segala kerasnya hati aku.
Hei kamu yang selalu menangis dibelakang ku dan tak pernah mengaku sakit di hadapan ku.
Hei kamu yah kamu aku meminta dengan setulus hatiku untuk menjadi makmum dalam surga kecil ku.
Menjadi ibu dari para pembela kehormatan dan penjaga hidup kita.
Menjadi tua renta berubah bersama sampai nanti sang yang Maha segala-Nya memisahkan.
Dan hei kamu yang selalu dan selamanya akan ada dalan hati.
Dan hei kamu yang akan selalu ku panggil dengan sejuta kasih.
Dan hei kamu aku menyayangi mu sampai hayat ini hilang.
Aku mencintai kamu dulu, sekarang, dan sampai yang Maha Kuasa memisahkan kita.
No comments:
Post a Comment