Friday, August 16, 2013

FREE


“bagai burung didalam sangkar”, mungkin kata hiasan itu terdengar g asing di telinga kita. Terkadang kita juga pernah mengalami hal tersebut tapi apa yang sebenarya terkurung jiwa, diri, hati, atau pikiran kita. Terkadang tanpa kita sadari apa yang tadi gw sebut baik jiwa dan lain sebagainya adalah hal paling sering kita temui dalam kata “terkurung”, tapi jangan langsung meyimpulkan atau menyalahkan sesuatu yang meyebabkan semua itu menjadi “terkurung”, bisa saja itu datang dari diri kita sendiri baik kita sadari ataupun tidak. Tapi terkadang kita menyangkal kalau kita melakukan semua itu.
Sedikit memang yang gw rasain dalam hidup gw, jadi gw g berani menngatakan kalo gw ini lebih dari siapa pun karena bagi gw “diatas langit masa ada langit”. Disini gw hanya mencoba berbagi sedikit hal yang pernah gw alamin selama gw ngejalanin apa yang disebut banyak orang itu “kehidupan”.
Karena sedikit yang bisa gw ceritain gw langsung ke pointnya aja. Kebebasan yang gw rasain baru gw dapatin di awal idul fitri tahun ini (2013), kalo ada yang bertanya kenapa lo berasa lo baru ngerasain bebas, gw cm bisa bilang dulu hati, jiwa, diri, bahkan pikiran gw “terkurung” oleh perbuatan dan kesalahan gw sendiri. Dan sekarang kenapa bias gw bias katakana bebas cm 1 (satu) hal yang bisa gw bilang “surga ada ditelapak kaki ibu”.
Dari apapun yang pernah kita lakuin doa, ridho dan keikhlasan dari seorang ibu yang bias ngelepasin semua “kurungan” dalam kehidupan lo. Harusnya hal ini yang gw lakuin dari dulu bukan Cuma karena ada idul fitri aja kita lakuin semua ini tapi kalo bias setiap hari. Dan itulah kunci dari semua “kurungan” yang mengurung hidup kita. Gw bisa bebas setelah gw akuin semua kesalahan gw di hadapan ibu gw dengan mencuci kakinya, gw ngerasa semua “kurungan” dalam hidup gw hilang, gw jadi merasa manusia baru lagi. Dan benarlah kalo Allah SWT meridhoi apabila orang tua kita ridho. Jadi soabt apapun beban, masalah atau apapun itu ingat lah ini “kita ini adalah kaca dan kaca itu rentan dan apabila pecah maka sulit buat kita menyatukannya kembali”. Bebas bukan berarti liar dan terkurung bukan berarti kita g bisa ngelakuin apapun. Kita adalah kita dan semua selalu kembali lagi ke diri kita. Pilihannya kita mau jadi kura2 dalam tempurung atau kita bebas seperti burung.

Seperti air dan angin kemana mereka mengalir pasti ada tujuan dan ada akhirnya. Begitu juga dengan kita kemanapun kita melangkah pasti ada tujuan dan akhirnya, tapi apakah dan dimanakah tujuan dari akhir perjalanan kita hanya kita yang mampu menentukan dan tetap apapun itu hanya Dia lah yang maha tau apa yang terbaik dan tidak untuk kita. BEBAS ATAU TERKURUNG  SEMUA ADALAH PILIHAN KITA.

Wednesday, August 7, 2013

Mencari arti kebahagian

http://genta-rasa.com/inilah-makna-bahagia/

link di atas mungkin cukup menjelaskan apa yang selama ini kita cari dari kehidupan ini, tapi mungkin bagi saya pribadi sangat sulit mencari arti dan apa bahagia itu...