Friday, February 1, 2013

Aku Hidup Untuk Mereka

aku berjalan dalam naungan malam tanpa sinar purnama yang tersenyum pada bintang.
aku terlelap dalam mimpi kehidupan yang penuh dengan buah dari pikiran yang tependam.
aku meretas sebuah jalan dengan cara ku sendiri.
aku terjatuh dengan logika dan pikiran ku sendiri.

dalam keindahan alam bertabur embun yang membasuh dahaga pagi,
aku masih bersandar dalam kehangatan pena ku dengan pemikiran yang tak mampu terbendung.
buah dari kesakitan ini hanya bisa di siratkan dalam balutan hitam dan putihnya tulisan di dalam memori kehidupan ku.

aku ingin merasakan ke bahagian tanpa harus bertanya apa itu kesedihdan dan apa itu sakit.
banyak orang berkata cinta itu buta, dan bagi ku kebutaan cinta itu adalah
cinta itu membutakan logika dengan hati.
cintu itu membutakan antara kesakitan dengan kebahagian.
cinta itu membutakan antara ketulusan dengan nafsu jiwa.
cintu itu membutakan antara obsesi dengan kesejatian.

dan bagi ku cinta itu membutakan antara perhatian, pengorbanan dengan hati dengan perhatian, pengorbanan yang hanya mampu di lihat dengan kasat mata.

aku hidup untuk bertahan dan aku hidup untuk tersenyum demi orang-orang yang aku sayang dan orang-orang yang menyayangi aku.